Kuala Lumpur Malaysia

Hallo semuanya, mohon maaf nih setelah sekian lama tidak update mungkin hampir 1 – 2 bulan lamanya dikarenakan harus beradaptasi terlebih dahulu dengan profesi baru yaitu sebagai mahasiswa master program di Management and Science University (MSU). Oke, kali ini saya ingin bercerita dan berbagi pengalaman setelah 1 bulan berada di Malaysia.

Bandara International Kuala Lumpur

Waktu pertama kali datang ke malaysia, kami naik AirAsia. Alasan naik airasia adalah salah satu maskapai yang memberikan tiket lebih murah dibandingkan yang lainnya. Dan saat naik pesawat airasia kami turun di bandara Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA 2), dimana di bandara KLIA 2 ini lebih banyak penerbangan yang menggunakan maskapai ini. Setelah itu, tentu kami dijemput oleh staff MSU untuk menuju tempat tinggal kami yaitu di Apartemen Arte West Subang.

Transportasi di Malaysia

Transportasi di negara Malaysia sejauh ini bagus dan bisa dikatakan lebih murah dibandingkan di Jakarta. Buat teman-teman yang ingin pergi ke Malaysia dan memiliki aplikasi grab maka aplikasi kalian bisa digunakan di sini, untuk aplikasi gojek tidak bisa digunakan alias tidak ada, untuk aplikasi uber sejauh ini belum tahu jadi yang lebih banyak digunakan adalah aplikasi grab. Namun jangan harap seperti di kota-kota besar Indonesia lainnya, karena aplikasi grab disini hanya bisa digunakan untuk grab mobil, karena memang untuk grab motor tidak di ijinkan di sini, salah satu alasannya adalah faktor keselamatan. Dan memang motor disini tidak sebanyak motor di Jakarta.

Selain ada grab, teman-teman bisa menggunakan bas yang harganya tentu lebih murah sekitar 1 – 3 Ringgit. Oh iya for your information, disini tidak ada angkot seperti di Indonesia. Selain bas yang bayar, teman-teman juga bisa memanfaatkan bas gratis, untuk bisa menggunakannya teman-teman bisa pergi ke Kuala Lumpur, karena waktu itu saya naik di Kuala Lumpur ketika ingin pergi ke Low Yet (Salah satu pusat elektronik komputer dan HP, di Jakarta mungkin seperti Mangga Dua).

Nah di sini pun ada MRT, LRT dan yang lainnya karena saya pun lupa, intinya teman-teman ketika di Malaysia bisa menggunakan transportasi umum yang telah disediakan oleh pemerintah Malaysia dengan harga yang terjangkau.

Pembelajaran di Kampus

Awalnya saya kira, ketika belajar di kampus menggunakan bahasa Melayu, tetapi perkiraan saya meleset ternyata setelah dibagikan supervisor (Pembimbing Tesis kalau di Indonesia), supervisor ataupun lecture disini kebanyakan dari negara Timur Tengah yang mereka tidak paham bahasa melayu, bisa tapi hanya sedikit, jadi disini full bahasa Inggris atau kalau mau bisa pakai bahasa Arab.

Nah mungkin sekian dulu yah, nanti akan di share yang lainnya, Malaysia sangat cocok untuk teman-teman yang ingin kuliah di Luar Negeri, sekaligus untuk latihan kalian untuk melancarkan bahasa Inggris kalian. Oh iya untuk kalian yang belum lancar bahasa Inggrisnya kuliah di Management and Science University (MSU) bisa menjadi salah satu recommend buat kalian semua, karena ketika kalian masuk kampus ini, kalian bisa belajar bahasa Inggris dan melancarkan bahasa Inggris kalian tanpa harus memiliki nilai TOEFL ataupun TOEIC untuk masuk ke kampus ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *